Aneh, dhuafa diperlakukan beda di minimarket ini

Di tengah maraknya bisnis waralaba, sebuah minimarket di kota ini dhuafa justru mendapat perlakuan beda, aneh…

Mondar-mandir kamar ke kamar.
Anak melihat jadi ketawa.
Banyak minimarket yang bernama mart.
Tapi daya mart minimarketnya istimewa

Sebuah pantun yang dibuat khusus oleh Gubernur Sumatera Barat di saat meresmikan grandlaunching sebuah minimarket DayaMart buah inisiasi Dompet Dhuafa. Dengan mengusung semangat Belanja Sambil Berbagi, DayaMart pertama telah menyapa hangat masyarakat Sumbar Sabtu 19 November 2016 kemarin.

Masyarakat luas berhak mendapatkan pelayanan ramah oleh pramuniaga yang berasal dari keluarga dhuafa yang sudah terlatih (foto 1). Keluarga mustahik tetap dapat membeli kebutuhan pokoknya di DayaMart dengan harga yang terjangkau, dengan sistem membership card (foto 2). Beberapa warung / lapau kecil di sekitar DayaMart pun menjadi sasaran program pemberdayaan, agar kian tumbuh mandiri karena ikut dilatih manajemen perniagaan dan berhak membeli barang modal usaha dengan harga grosir untuk ia jual kembali (foto 3).

Semua lapisan masyarakat menyambut energi kemandirian DayaMart, mulai dari pejabat pemerintah, tokoh masyarakat hingga komunitas HVC juga turut memberi dukungan. (Foto 4).

Semoga segera terwujud DayaMart juga di daerah-daerah lain. Terbuka sinergi untuk membentang kebaikan.

DayaMart, Belanja Sambil Berbagi

 Aneh dhuafa diperlakukan beda di minimarket ini

Aneh dhuafa diperlakukan beda di minimarket iniAneh dhuafa diperlakukan beda di minimarket ini

Aneh dhuafa diperlakukan beda di minimarket ini

2 thoughts on “Aneh, dhuafa diperlakukan beda di minimarket ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *