Berkah Daging Kurban Mengetuk Pintu Bilik Nenek Sabedah

Berkah Daging Kurban Mengetuk Pintu Bilik Nenek Sabedah

Nenek Sabedah tak kuasa menahan tangis. Hari Raya Kurban, memang waktu yang ditunggu-tunggu olehnya. Sebab menu yang akan ia nikmati hari ini hingga beberapa hari ke depan terbilang langka. Relawan yang mengantar daging di hadapannya, ia tak izinkan segera meninggalkannya. Ia ingin ditemani makan dan bercerita.

Ia adalah satu dari ratusan penerima manfaat Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa di Wilayah Aceh Tengah. Sehari-harinya ia tinggal seorang diri, menghabiskan waktu di senja usianya menjadi buruh tani kopi di tanah milih orang lain. Demi menyeimbangkan timbangan beban kebutuhan dasarnya dari upah yang ia terima.

Menjadi petani kopi adalah mata pencaharian utama masyarakat di daerah tersebut. Di daerah perbukitaBerkah Daging Kurban Mengetuk Pintu Bilik Nenek Sabedah n nan sejuk, mata ini akan dimanjakan pemandangan hijaunya perkebunan kopi. Meski dikelilingi dengan rindangnya pohon kopi, masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut belumlah lama bisa menikmati harumnya dalam secangkir gelas kopi. Sebagian besar masyarakat terpaksa menahan keinginan, disebabkan harga jual biji-biji kopi yang ia petik semuanya pada hari itu masih belum cukup menambal kebutuhan sehari-hari. Rendahnya penerimaan penjualan bukan karena kualitas kopinya, melainkan mereka hanya mampu menjualnya ke tengkulak dalam bentuk biji kopi yang harganya tidak terlalu tinggi. Padahal, bila mereka olah terlebih dahulu hingga menjadi serbuk kopi saja, harganya bisa berlipat lebih tinggi. Tapi apa daya, pengetahuan dan alat kerja untuk pengolahan biji kopi nya belum mereka miliki.

Alhamdulillah, semenjak 5 (lima) tahun terakhir. Tantangan tersebut terurai sudah. Tatkala Dompet Dhuafa telah menggulirkan program pemberdayaan petani kopi di daerah tersebut. Pemberian bantuan modal dan hingga alat kerja sudah terfasilitasi dengan baik, melalui koperasi yang menjadi dampingan Dompet Dhuafa. Pendapatan meningkat, kesejahteraan kian membaik.

ibu zabedah aceh kurbanesiaDi momen Hari Raya Idul Adha, kebahagiaan mereka bertambah. Sejumlah 53 ekor kambing amanah pekurban melalui Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa telah disembelih dan didistribusikan dagingnya kepada warga di 14 desa di tanah leluhur gayo, Aceh Tengah. Hewan kurban masih menjadi barang mewah bagi mereka, dikarenakan masih amat sedikit yang berkurban. Bahkan di beberapa kelurahan, tidak ada yang bekurban satu orangpun. Maka tidaklah berlebihan saya katakan bahwa mereka begitu menanti daging kurban dari THK DD. Warga dan beberapa tokoh adat setempat bahu membahu tak mengenal lelah turut ambil bagian dalam proses penyembelihan satu demi satu hewan kurban amanah pekurban di kota yang telah menitipkan hewan kurbannya melalui THKDD. Memilih tanah gayo sebagai lokasi berkah kurbannya tahun ini. Saya menyebutnya.. semangat Kurbanesia, ketika khidmat berkurban berjumpa senyum bahagia para penerima manfaat yang telah menantinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *