Kacamata dan Daging Kurban Abah Opi

 

Mentari tepat di punggung awan, saat Bapak ini saya temui di samping rumahnya. Ia tampak abah_opi_salmanbelajarkhusyu memegang kacamatanya. Berwarna kecoklatan dan terlihat diakali tersambung kawat di kedua tepi framenya.
‘Assalamu’alaykum Abah, lg ngapain atuh sendirian di samping?’ Begitu saya membuka percakapan menghampirinya.
‘Wassalamu’alaykum Jang. Lagi benerin kacamata abah nih. Kemarin ga sengaja keinjek.’ Jawabnya dengan sedikit senyum di dua sudut bibir keriputnya.

Ia bernama Abah Opi (55 tahun), asli kelahiran Desa Pasir Jaya Cigombong Bogor. Setelah beberapa lama bercengkerama dengannya, ada satu cerita polos darinya yang membuat hati ini bagai teriris sembilu. Kacamata yang ada ditangan saat itu ternyata adalah kacamata yang selalu digunakan bergantian dengan istrinya. Adakalanya dipakai istrinya untuk membaca al qur’an, pun di saat si suami juga memerlukannya untuk hal yang sama. Kacamata semata wayang dengan fungsi three in one saya mengistilahkan, yaa itu tadi.. pertama untuk mengaji abah, kedua untuk mengaji istri nya juga dan terakhir.. untuk digunakan saat ia membuat besek ikan. Sebuah kotak persegi panjang kecil yang terbuat dari potongan-potongan bambu kecil. Profesi ini terpaksa ia lakoni, karena sejak beberapa bulan yang lalu ia divonis menderita rematik akut, yang mengakibatkan tidak mampu lagi berjalan jauh di usia senjanya. Perbuah besek dihargai kios ikan di pasar Rp. 75. Rata-rata penghasilan Abah perhari Rp. 20.000. Hitung sendiri deh berapa besek yang harus ia buat.

Jumlah rupiah tersebut ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Menghidupi istri, dua perempuan anak kandungnya, seorang menantu yang berprofesi sebagai tukang besi rongsok di pasar dan dua cucunya yang berstatus yatim. Bayangin aja teman-teman. Mereka semua hidup di sebuah rumah yang separuhnya masih berlantaikan tanah. Kalau saya perkirakan, luasnya tidak lebih dari 36 meter persegi. Dengan penghasilan yang teramat minim, maka tak heran bila daging kambing atau sapi adalah makanan yang akrab ditelinga mereka hanya saat hari raya Idul Adha menjelang. ‘Kalau lebaran haji saya dan masyarat di desa ini ikut merasakan paket daging kurban yang dibagikan dari kelompok Abah Handi. Dari donatur Dompet Dhuafa di kota katanya’ Abah mengisahkan.

Unik sekali cara Allah mempertemukan saya dengan Abah Opi ini. Disela-sela saya menjalankan tugas sebagai tim Quality Control (QC) THK DD. Quality_control_THKDD_salmanbelajarTak sengaja saya melintasi rumahnya yang tidak jauh dari Rumah Abah Handi, ketua kelompok mitra peternak Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa (THK DD). Abah Opi tinggal di sebuah desa bersama ratusan keluarga penerima manfaat kurban lainnya.

QC adalah tahapan yang harus ditempuh oleh THK DD, bertujuan untuk memastikan kualitas hewan kurban yang merupakan amanah para pekurban. Agar berat dan kondisi hewan tetap sesuai standar kesehatan dan syarat syariah ibadah kurban. Tidak cacat, sehat dan tercukupi usianya.

Keberkahan yang berlimpah.
Lusa kemudian, saya kembali ke desa ini. Tujuannya adalah selain berkunjung ke rumah Abah Handi demi menuntaskan catatan timbangan belasan hewan ternak kurban. Tapi disore harinya saya mampir ke rumah Abah Opi. Saya ingin mengantarkan sesuatu yang menjadi doa keinginannya selama ini. Yakni kacamata yang lebih layak untuk digunakan atas bantuan LPM Dompet Dhuafa. Tidak hanya satu, tapi empat buah kacamata. Dua untuk abah dan istri. Dua nya lagi untuk saya berikan kepada dua orang tua lainnya yang ternyata juga membutuhkannya dengan alasan serupa. Untuk membaca Al Quran. Alhamdulillah, bantuan sederhana namun mampu memberikan manfaat yang luar biasa.

Abah Opi adalah guru kehidupan saya yang baru. Saya belajar ditengah keterbatasannya, ia tetap berkarya mencari rezeki yang halal untuk keluarga dan tetap istiqomah membaca lembaran firman-firman Allah setiap harinya. Tidak lama lagi, ia adalah satu dari ribuan penerima manfaat THK DD yang tersebar di seluruh penjuru negeri yang dapat kembali merasakan kelezatan daging kurban di hari raya. Keberkahan yang teraliri dari ribuan pekurban di kota-kota besar tanah air. Juga keberkahan yang terjaga kualitasnya dari ihktiar puluhan mitra peternak mandiri. Insha Allah…

 

Quality_control_THKDD

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *