Zakat Pegawai PLN Menyambung Asa Idris Sang Manusia Batu

Menelusuri kabar Mas Idris Sang manusia batu menumbuhkan bangga dan iba.

YBM PLN dan Idris manusia batu

Sejarah Idris sebagai manusia batu bermula di tahun 2012. Lelaki asal Bogor ini menjemput rezeki di kota tua yang ia lakoni setiap akhir pekan sebagai seniman manusia batu. Hingga akhirnya ia mengidap Katarak gegara kemasukan zat kimia pada cat tembok yang ia digunakan untuk mengecat sekujur badan dan mukanya, yaa itu disebabkan karena keterbatasan ‘modal kerja’ dan pengetahuan ujarnya.

YBM PLN dan Idris manusia batu 1

Sejarah pun telah menggariskan hidup Idris, dengan mengharumkan nama Indonesia pentas dunia, sebagai finalis kompetisi Humanoid di Belanda.

Satu bulan sudah covid-19 mengepungnya, harapannya kian meredup, makin tergagap bagaimana membayar kontrakan dan membeli makan anak dan istri tercintanya yang kini tengah hamil tua.

Idris adalah salah satu seniman yang sebelum wabah covid-19 melanda, ia bersama puluhan teman-temannya kerap menjadikan Kota Tua Jakarta menjadi panggung kreasi sekaligus sumber mata pencaharian utama. Ada yang berlakon patung batu figur pahlawan, pengayuh sepeda ontel, ojek payung, juru foto kilat, pedagang keliling dan masih banyak lagi debut profesi harian lainnya. Ibarat kata, hari ini dapat uang, hari itu juga hanya cukup untuk makan sekeluarga.

YBM PLN dan Idris manusia batu 3

Diterima Manajemen Kota Tua, kemarin Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN memberikan bantuan kepada pada pekerja informal yang tergabung komunitas senimam kota tua. Berupa puluhan paket bertajuk aksi solidaritas ketahanan pangan atas wabah covid-19 yang melanda negeri ini.

Bersumber dari dana zakat pegawai muslim PLN seluruh Indonesia, yang langsung dipotong zakatnya setiap bulan. Aksi solidaritas nasional yang tersebar di seluruh kantor PLN penjuru nusantara. Mengulurkan tangan untuk mereka yang membutuhkan. Tercatat sedikitnya sudah 48.958 jiwa yang telah tersentuh manfaat zakat dari YBM PLN.

Alhamdulillah, terima kasih atas bantuan ini. Amat berarti bagi saya dan teman-teman komunitas seniman Kota Tua lainnya lirih Idris ketika ditemui pengurus YBM PLN di depan kontrakannya, Tambora Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *